12 Senjata Tradisional Jawa Tengah Lengkap Gambar & Penjelasan

Posted on

Senjata Tradisional Jawa Barat –  Indonesia memang kaya akan budaya, salah satunya adalah senjata tradisional yang dimiliki oleh hampir semua suku. Begitu juga dengan Jawa Barat. Di Provinsi yang terletak di sebelah barat Pulau Jawa ini, memiliki bermacam-macam senjata tradisional. Pada umumnya, senjata dibuat sebagai alat untuk melindungi diri atau sebaliknya, senjata juga digunakan untuk melukai. Namun, pada akhirnya senjata juga menjadi ciri khas dari suatu suku dan dipertahankan keberadaannya agar tidak hanya menjadi sejarah.

Biasanya sebuah senjata tradisional kental akan filosofi, tidak dibuat disembarangan dan penuh dengan makna. Lantas senjata apa sajakah yang ada dan tersebar di Jawabarat? Berikut ini adalah penjelasannya.

Macam-Macan Senjata Tradisional Jawa Barat

1. Kujang

Senjata adat yang berasal dari Jawa Barat yang cukup dikenal adalah Kujang. Berasal dari dua kata, bahasa Sunda kuno yaitu, “Kudi” yang berarti senjata yang memiliki kesaktian dan “Hyang” yang maknanya Sang Maha Pencipta. Bila kedua kata tersebut digabungkan menjadi senjata sakti dari Sang Maha Pencipta.

Awalnya, kujang hanya digunakan sebagai alat pertanian biasa. Hingga kemudian, Prabu Bunisora atau lebih dikenal dengan nama Prabu Kuda Lalean, menginginkan dibuatkan senjata yang erat hubungannya tanah kelahirannya, Pasundan. Akhirnya, ia meminta seorang empu untuk membuatkan senjata sesuai dengan tirakat yang telah ia dapatkan dari Yang Maha Kuasa.

Ketika Prabu Siliwangi menduduki tahta, keberadaan kujang semakin disempurnakan dan bentuknya tidak berubah seperti yang kerap Anda lihat hingga saat ini. Senjata adat Jawa Barat Kujang, melambangkan akan ketajaman dan daya kritis pada suatu kehidupan, serta simbol dari kekuatan juga keberanian untuk melindungi yang hak dan benar.

Terdiri atas berbagai macam jenis kujang, berikut ini adalah jenis-jenis kujang yang ada. Kujang Ciung, Kujang Jago, Kujang Kuntul, Kujang Bangkok, Kujang Naga, Kujang Badak serta Kudi. Kujang-kujang tersebut diberi nama, sesuai dengan bentuknya.

2. Patik

Senjata tradisional Indonesia yang berasal dari Provinsi Jawa Barat berikutnya adalah Patik atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan kapak. Hingga saat ini, patik juga masih sering digunakan, baik untuk menebang maupun membelah kayu. Adapun material yang digunakan untuk membuat patik adalah dengan menggunakan baja yang tajam dan tebal.  Patik juga memiliki sebutan lain, yaitu Baliung.

Pada umumnya, patik dibuat dengan gagang kayu yang berukuran 20 hingga 30 cm. Di mana gagang tersebut akan diletakkan pada pangkal baja, agar mudah saat menggunakannya.

3. Balincong

Balincong atau biasa juga disebut Balencong atau balincung, juga merupakan nama senjata tradisional Jawa Barat yang terbuat dari baja atau stainless steel yang berkualitas tinggi. Bentuknya menyerupai jangkar dengan dua sisi mata yang berbeda bentuk dan ukuran serta sangat tajam. Sementara pada bagian tengahnya terdapat gagang panjang yang dimasukkan ke dalam balincong sehingga bisa dengan mudah untuk dipegang.

Senjata ini digunakan untuk berbagai keperluan, seperti memecah batu-batuan, menggali tanah hingga mengupas buah kelapa dan masih banyak lagi. Yang menarik pada senjata-senjata tradisional ini, dibuat dari bahan berkualitas tinggiyang tidak akan menyebabkan karat.

4. Bedog

Bedog atau golok dalam bahasa Indonesia, juga merupakan senjata adat Jawa Barat yang masih ada hingga kini. Bedog sendiri terdiri atas beberapa bentuk dan fungsi. Seperti misalnya; Bedog Cepot,  bedog jenis ini biasanya digunakan untuk membelah. Sementara bedog gagaplok, biasanya digunakan untuk memotong atau menyabit rumput.

Jenis Bedog lainnya adalah, bedog Pamoroan yang biasa digunakan untuk berburu. Kemudian Bedog Pameuncitan yang khusus digunakan untuk memotong atau menyembelih hewan. Untuk menebang pohon, maka Bedog yang dipilih adalah Bedog Pamugeulan. Masih ada lagi jenis Bedog Dapur yang ukurannya sekitar 20 hingga 23cm dan biasa digunakan untuk memotong bahan bakar atau saat proses masak memasak.

5. Congkrang

Saat ini, Congkrang sudah sangat jarang ditemukan. Biasanya Congkrang ini digunakan oleh para ibu yang membantu suaminya di kebun. Bentuknya menyerupai cangkul tapi cukup kecil dan tipis.

6. Sulimat

Yang kelima merupakan senjata tradisional dari daerah jawa barat adalah Sulimat. Senjata ini, kerap digunakan untuk mengupas kulit kelapa yang keras. Hanya saja, kini sudah sulit menemukan senjata ini. Pastinya karena tergerus zaman, padahal menguliti kulit kelapa menggunakan alat ini terbukti jauh lebih cepat. Bentuk sulimat sendiri seperti pisau, di mana bagian ujungnya ditancapkan ke tanah.

7. Gacok

Berikutnya adalah Gacok, senjata tradisional ini bentuknya menyerupai pacul namun ujungnya berbentuk seperti garpu. Biasanya Gacok digunakan oleh para petani yang mengumpulkan jerami atau rumput kering.

8. Arit

Arit masih sering digunakan hingga saat ini, biasanya para peternak sapi atau kambing masih menggunakan alat ini untuk memotong rumput. Bentuknya sekilas terlihat seperti Celurit yang terkenal di Madura atau Sabit yang merupakan senjata tradisional khas Betawi. Arit juga masih bisa dengan mudah ditemui diberbagai toko penjual bahan bangunan dengan harga yang tidak terlalu mahal.

9. Ani-ani (Ketam)

Ani-ani atau ketam, bentuknya seperti pisau kecil yang juga digunakan oleh para petani, terutama saat memotong padi. Bentuknya yang kecil hingga terlihat bersembunyi dibalik tangan, merupakan senjata tradisional jawa barat ditunjukkan oleh gambar yang sudah mulai jarang digunakan. Karena memang membutuhkan waktu yang cukup lama dan panjang, untuk menyelesaikan pekerjaan memotong padi dengan alat tersebut.

10. Bajra dan Gada

Senjata tradisional jawa barat dan keterangannya lainnya yang juga menjadi ciri khas daerah Jawa Barat adalah Bajra dan Gada. Kerap digunakan sebagai senjata saat berperang pada zaman dahulu. Senjata ini, kini sudah sangat sulit ditemui kecuali di museum-museum.

Bentuk bajra seperti belati dengan mata pisau yang  sangat tajam dan bisa merobek kulit dengan sangat mudah. Sementara Gada, bentuknya serupa dengan bajra namun tidak disertai mata pisau dan biasanya digunakan untuk memukul dan melumpuhkan musuh. Penggunaan Bajra dan Gada diketahui kerap digunakan pada zaman kerajaan Hindu – Budha.

11. Gondewa dan Jamparing

Senjata tradisional daerah Jabar yang juga terkenal adalah Gondewa dan Jamparing. Tidak saja digunakan untuk berperang, senjata ini juga digunakan melindungi diri ketika berburu. Gondewa atau gendewo dan Jamparing atau jemparing,  merupakan sepasang busur dan anak panahnya.

Adapun bahan dasar untuk membuat senjata ini adalah bambu, sehingga mudah dan ringan dibawa kemana saja. Pada masa penjajahan, Gondewa dan Jamparing dilarang untuk digunakan hingga pernah disamarkan menjadi bentuk kaulinan. Kini senjata ini kerap muncul kembali di beberapa acara, tujuannya jelas agar kelestarian budayanya tetap terjaga dan tidak punah.

12. Etem

Yang terakhir merupakan senjata tradisional jawa barat adalah Etem, ini juga merupakan senjata tradisional khas Jawa barat yang biasa digunakan untuk memetik teh juga batang padi di sawah. Alat ini masih digunakan para pemetik di perkebunan-perkebunan teh, hingga saat ini.

Senjata Tradisional dari Provinsi Lainya:

Itu tadi, berbagai macam jenis senjata tradisional Jawa Barat beserta gambarnya. Sebagian besar senjata tradisional tersebut masih digunakan dan lebih sering digunakan sebagai alat perkakas untuk meringankan pekerjaan. Sebagian lainnya sudah mulaisulit ditemui dan beberapa bisa ditemui di museum-museum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *