7 Senjata Tradisional Jawa Tengah di Lengkapi Gambar dan Penjelasannya

Posted on

Senjata Tradisional Jawa Tengah – Provinsi Jawa Tengah dimulai dari ujung paling barat, di mana kota Cilacap dan Brebes berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Barat. Kemudian dibagian tengah adalah, kota Semarang yang dipilih menjadi ibukotanya. Sementara dibagian paling timur, adalah kota Blora, Rembang, Sragen, Karang Anyar dan Wonogiri yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur.

Terdiri atas  6 kota besar dengan 29 kabupaten, Jawa Tengah memiliki banyak cerita menarik. Termasuk diantaranya adalah, ditemukannya berbagai macam senjata tradisional yang tentunya juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Berikut adalah senjata nama senjata tradisional jawa tengah yang harus Anda ketahui.

Macam-Macan Senjata Tradisional Jawa Tengah dan Keterangannya

1. Keris

Senjata tradisional jawa tengah keris adalah senjata adat yang paling populer. Senjata ini dibuat oleh para Empu atau Mpu dengan menempa beberapa material dan membuatnya menjadi indah. Tidak saja digunakan sebagai alat untuk melindungi diri, keris juga menunjukkan jati diri pemiliknya dan memiliki filosofi yang cukup dalam.

Warangka atau sarung yang digunakan untuk meletakkan keris, bisa menunjukkan status sosial dari pemilik keris itu sendiri. Terdiri atas dua jenis warangka yang dikenal, yaitu Branggah atau Ladrang serta Gayaman yang digunakan untuk kesempatan yang berbeda.

Adapun bagian-bagian dari keris juga memiliki filosofi yang tidak bisa diabaikan dan cukup rumit untuk dipahami. Secara garis besar, keris terdiri dari 3 bagian, yaitu wilahan atau bilah yang dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pucukan, awak-awak dan sor-soran. Kemudian bagian kedua dari keris adalah ganja dan yang ketiga yaitu, pesi.

Senjata pusaka yang merupakan senjata tradisional jawa tengah beserta keterangannya ini, telah dikenal sejak abad ke-9 dan kerap digunakan oleh para raja. Dahulu, keris dibuat dengan kekuatan magis dan ritual-ritual khusus hingga akhirnya memiliki kesaktian. Adapun keris-keris yang dikenal dengan kekuatannya itu diantaranya adalah, Keris Mpu Gandring, Keris Kanjeng Kyai Condong Campur, Keris Kyai Sengkelat, kemudian Keris Pusaka Setan Kober, Keris Nagasasra juga Keris Sabuk Inten.

2. Wedhung

Senjata tradisional yang berasal dari Jawa Tengah adalah Wedhung atau Wedung. Senjata pusaka ini dibuat ketika kerajaan Demak mulai berkuasa, di sekitar abad ke-9. Bentuknya menyerupai pisau dengan ukuran yang cukup pendek namun lebar dengan sisi ujungnya yang runcing dan terbuat dari logam. Sementara pegangannya ada yang terbuat dari kayu juga besi.

Ada 3 bentuk Wedhung yang diketahui, yaitu Wedhung dengan bentuk Cengkrong yang hanya digunakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Anom serta para pangeran, putra-putra Sentana Dalem. Bentuk yang kedua adalah Wedhung dengan motif pamor dan  serta wedhung polos. Adapun makna yang terkandung dari senjata ini adalah, sebagai bentuk kesiapan abdi dalem terhadap raja yang sedang berkuasa.

Tidak hanya menjadi senjata tradisional daerah Jawa Tengah, wedhung juga menjadi ciri khas dari beberapa wilayah, seperti Yogyakarta, Cirebon dan juga Bali. Yang membedakan, pada wedhung yang berasal dari Cirebon dibuat polos. Sementara wedhung dari Bali, memiliki motif yang berbeda-beda.

Adalah Desa Wedung yang berada di bagian barat kerajaan Demak, merupakan daerah di mana para empu membuat wedhung. Di mana pada waktu itu, bahan warangka yang digunakan untuk meletakkan wedhung, terbuat dari penyu. Tak lama kemudian, bahan warangka dibuat dari tanduk kerbau.

3. Tombak

Ini adalah senjata tradisional dari provinsi Jawa Tengah yang juga dikenal sejak zaman dahulu. Kerap digunakan sebagai alat bela diri yang digunakan saat berperang, tombak juga biasanya dilengkapi dengan penggunaan perisai sebagai tameng.

Tidak saja digunakan sebagai senjata, tombak juga kerap kali digunakan sebagai alat untuk berburu binatang di hutan. Terdapat satu buah tombak yang menjadi legenda masyarakat Jateng, yaitu tombak yang memiliki sebutan Kyai Pleret dan tombak Kanjeng Kyai Baru Klinting, yang juga sarat akan cerita di masa lampau.

Adapun bentuk tombak yang dikenal pada masa itu, hampir sama dengan tombak-tombak yang berasal dari wilayah lain. Di mana tongkat kayu yang cukup panjang dilengkapi dengan pisau tajam yang dipasang kuat pada ujung tongkat. Adapun sebutan untuk pasukan bertombak kala itu adalah Magalah.

4. Kudhi

Kudhi atau Kudi ini juga merupakan senjata tradisional suku Jawa Tengah, khususnya masyarakat Banyumas. Bentuknya cukup unik, di mana empu yang membuatnya mengabungkan beberapa unsur seperti kapak atau bel, kemudian arit atau sabit dan juga bendho atau pisau.

Kudhi terdiri dari 3 bagian, yaitu bagian ujung, perut, karah serta gagang. Pada bagian ujung memiliki nilai egaliterian sebagai mana senjata tajam lainnya. Sementara bagian perut sebagai penunjuk bahwa manusia tidak hanya memenuhi unsur nafsu saja. Kemudian karah, memberikan simbol bahwa materi serta penampilan tidak bisa menunjukkan baik buruknya sifat seseorang. Dan gagang, mengartikan di mana sebaiknya orang harus memiliki keyakinan.

Ada banyak jenis kudhi yang dikenal, seperti kudhi trancang atau kudhi jimat. Kemudian kudhi melem, kudhi biasa juga kudhi arit. Ciri khas dari senjata ini adalah, bunyi yang dikeluarkan karena benturan kudhi dengan wadah atau sarung kudhinya yang kerap disebut kethoprak yang mengandung makna kejujuran, keberanian, sikap ksatria dan apa adanya.

5. Thulup

Jika suku Dayak di Kalimantan memiliki sumpit, maka masyakarat Jawa Tengah juga memiliki thulup sebagai salah satu senjata tradisional Jawa Tengah. Bentuk keduanya sama, begitu juga dengan fungsinya. Hanya saja thulup berukuran lebih pendek dan terbuat dari bambu wulung atau bambu kecil yang telah melalui proses pengeringan.

Thulup dilengkapi dengan peluru yang biasa disebut dengan anak thulup. Di mana anak thulup akan digunakan setelah direndam racun sebelumnya. Sehingga ketika digunakan berburu, anak thulup yang ditiup kencang melalui thulup akan melukai hewan buruannya.

6. Condroso

Selanjutnya adalah condroso yang dikenal sebagai bagian dari senjata tradisional yang ada di jawa tengah. Benda ini hanya  digunakan oleh para wanita untuk melindungi diri. Bentuknya yang  menyerupai tusuk konde dan diselipkan pada rambut, mampu mengelabui orang yang berniat jahat terhadapnya.

Senjata ini terbuat dari besi dengan ujung yang cukup tajam sehingga bisa melukai. Bentuknya juga beragam sehingga orang tidak mengira bahwa tusuk konde tersebut merupakan senjata mematikan.

7. Plintheng

Senjata tradisional khas Jawa Tengah adalah Plinteng atau plintheng. Adapun istilah lain dari senjata ini adalah katapel. Bentuknya menyerupai huruf “Y” dan terbuat dari kayu dilengkapi dengan dua buah karet pada bagian ujungnya dan kulit binatang untuk meletakkan pelurunya. Untuk peluru yang digunakan, biasanya dipilih kerikil atau batu-batu kecil.

Tidak saja untuk berperang, Plinteng yang merupakan Senjata Tradisional Indonesia dan Provinsi Jawa Tengah juga kerap digunakan sebagai senjata untuk berburu. Dan Wonigiri adalah kota yang merupakan asal muasal senjata ini ditemukan. Terdapat cerita legenda dibalik terbuatnya Plinteng, yang menarik benda ini hingga kini masih mudah ditemukan dan dibuat versi untuk mainan anak-anak.

Itulah 7 senjata tradisional Jawa Tengah. Semua senjata tersebut memiliki makna dan filosofi yang menarik. Dan tentunya berhubungan erat dengan budaya dan sejarah provinsi Jawa Tengah khususnya. Tidak ada salahnya Anda mengenalnya, sehingga bisa menceritakan sejarah ini kepada generasi selanjutnya. Semoga bermanfaat artikel senjata tradisional Jawa Tengah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *