Pengertian Angin, Jenis jenisnya, Proses Terjadinya, Manfaat dan Sifat Angin

Posted on

Angin, salah satu sumber daya alam (SDA) yang sering dijumpai sehari-hari, dirasakan keberadaannya dan manfaatnya secara langsung. Keberadaannya yang melimpah dengan jumlah tak terhingga, membuat angin tergolong menjadi sumber daya yang tidak akan habis meski dipakai terus menerus, atau bisa juga disebut Sumber Daya Alam yang bisa diperbarui.

Jika demikian, maka untuk mendapatkan angin sebenarnya tidak perlu melakukan pengorbanan. Selain angin, ada beberapa contoh SDA lainnya yang bisa didapatkan tanpa pengorbanan, misalnya.

  • Udara, air, dan sinar matahari. Makhluk hidup bisa mendapatkannya dengan mudah tanpa pengorbanan dan langsung merasakan manfaatnya
  • Oleh sebab itu, jenis SDA ini  masuk dalam kategori dapat diperbarui, karena bisa segera pulih setelah digunakan terus menerus

Baca Juga:

Selain SDA yang bisa didapatkan tanpa pengorbanan, ada juga kebalikannya yaitu SDA yang baru bisa didapatkan setelah adanya pengorbanan.

  • Dipakai terus-menerus tapi bisa habis karena jumlahnya yang terbatas dan proses pemulihannya butuh waktu lama
  • Untuk mendapatkan SDA ini, butuh pengorbanan ekstra misalnya harus dibeli dengan uang
  • Beberapa contohnya seperti emas, minyak bumi, dan batu bara

Sampai sini sudah tahu perbedaan keduanya? Kalau sudah, mari kita lanjutkan dengan mempelajari lebih lanjut tentang angin sebagai salah satu SDA yang bisa diperbarui.

Pengertian Angin

Pengertian angin adalah aliran udara dengan kuantitas yang besar disebabkan perputaran bumi pada porosnya (rotasi) serta tekanan udara yang berbeda di sekitarnya. Angin bergerak seperti air, dari tempat dengan tekanan udara yang tinggi menuju rendah

Selalu dirasakan keberadaannya setiap hari, tapi tahukah kamu apa arti dari angin? Udara yang dapat bergerak, itulah angin. Karena jika tidak bergerak, maka tidak akan bisa dirasakan dan itu jelas bukan sifat angin. Ketika kamu mendengar suara daun yang saling bersentuhan, atau ranting yang terlihat bergoyang, jelas penyebabnya adalah pergerakan udara atau tiupan angin.

Udara yang bergerak dengan mendatar, atau posisi sejajar terhadap permukaan bumi akibat perbedaan tekanan  udara sebuah wilayah dengan wilayah lainnya. Angin juga bisa dideskripsikan dengan aliran udara berjumlah besar akibat rotasi bumi serta perbedaan tekanan udara 2 tempat. Karena angin memiliki sifat yang bergeraknya dari tekanan udara yang tinggi menuju rendah.

Jenis-Jenis Angin

Angin tidak hanya terdiri dari 1 jenis aja, tapi ada beberapa jenisnya seperti yang akan dijabarkan di bawah ini.

1. Angin Tetap

Arah hembusannya selalu tetap di sepanjang tahun, oleh sebab itu disebut dengan angin tetap. Dibagi jadi 2 jenis, ada angin antipasat dan pasat. Angin antipasat selalu bertiup dari wilayah equator menuju wilayah subtropik. Sementara kebalikannya, angin pasat bertiup dari wilayah subtropik menuju equator.

2. Angin Musim (Muson)

Berhembus secara berkala (periodik, biasanya 3 bulan sekali), itulah angin musim atau angin muson. Setiap periode, hembusannya punya pola yang berbeda atau ganti arah. Di Indonesia, angin ini akan berhembus tiap 6 bulan sekali, 6 bulan pertama dengan hembusan angin darat bersifat kering. Sisanya dengan angin laut dan bersifat basah.

Matahari ada di bagian langit selatan ketika bulan Oktober sampai April, mengakibatkan wilayah Australia mendapatkan sinar matahai lebih banyak dibandingkan Asia (lebih panas). Membuat tekanan udara di  Australia menjadi rendah (depresi), sementara di Asia semakin tinggi (kompresi).

Peristiwa tersebut menyebabkan angin bertiup dari Asia ke Australia, di Indonesia jenis angin ini juga dikenal dengan nama angin timur laut yang berhembus melewati samudera Hindia dan Pasifik. Kemudian membawa uap air yang mengakibatkan terjadinya musim hujan di Indonesia.

Sebaliknya, ketika bulan April sampai Oktober, langit utara akan disinggahi matahari yang membuat Asia lebih panasi dibandingkan Australia. Sehingga angin juga akan bertiup dari arah sebaliknya, Australia ke Asia. Di Indonesia, angin ini tidak melewati perairan atau samudera, oleh sebab itu kandungan uap airnya hanya sedirikit, pertanda musim kemarau segera datang.

3. Angin Darat

Bertiup dari arah daratan menuju lautan di malam hari (sekitar pukul 20.00 – 16.00), begitulah angin darat dideskripsikan. Jenis angin yang biasanya dimanfaatkan untuk keberangkatan nelayan melaut.

4. Angin Laut

Sebaliknya, ketika pulang melaut nelayan akan menggunakan angin laut yang bertiup dari wilayah lautran ke daratan di siang hari (sekitar pukul 09.00-16.00).

5. Angin Lembah

Sesuai namanya, angin ini bertiupnya dari arah lembah ke puncak tertinggi gunung. Biasanya angin ini akan bertiup di siang hari.

6. Angin Gunung

Kebalikannya adalah angin gunung yang bertiup dari arah tertinggi (puncak gunung) menuju lembah di malam hari.

7. Angin Jatuh (Fohn)

Angin jatuh atau nama ilmiahnya adalah fohn, merupakan jenis angin yang bertiup berdasarkan jenis hujannya (misal hujan orografis). Angin fohn hanya bertiup di wilayah dan temperatur tertentu, akibat adanya massa udara yang bergerak naik menuju pegunungan dengan tinggi lebih dari 200m, kemudian di sisi lain bisa ikut turun. Sifat panas akan dibawa oleh angin yang jatuh dari ketinggian (puncak gunung) karena kandungan uap airnya sudah dibuat ketika terjadi hujan orografis.

Proses Terjadinya Angin

Sama seperti air, angin juga bergerak dari tempat yang tinggi tekanan udaranya menuju tekanan yang lebih rendah. Jika ada 2 wilayah yang mendapatkan sinar matahari berbeda, maka suhu serta tekanan udaranya pasti berbeda. Semakin banyak sinar matahari yang diterima, akan membuat tekanan udara mengecil. Begitulah proses terjadinya angin, namun proses tersebut juga dipengaruhi beberapa faktor yang akan dijelaskan berikut ini.

  • Letak wilayah, di sekitar garis khatulistiwa angin bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan yang jauh dari garis
  • Ketinggian wilayah, angin bertiup makin kencang di tempat yang lebih tinggi karena adanya pengaruh dari gaya gesekan yang bisa menghambat pergerakan udara
  • Gradien barometis, bilangan yang menampilkan adanya perbedaan  tekanan udara dilihat dari 2 iso bar dengan jarak 111 km. Tiupan angin makin cepat jika gradien barometis makin besar
  • Di malam hari, angin bergerak lebih cepat

Sifat Angin

Beberapa sifat angin adalah sebagai berikut:

  • Mempercepat proses pendinginan benda yang memiliki dasar panas
  • Tiap waktu, angin punya kecepatan yang berbeda
  • Tekanan bisa terjadi pada permukaan yang melawan arah angin

Manfaat Angin

Sementara manfaatnya bisa dirasakan untuk kehidupan sehari-hari, misalnya

  • Untuk membangkitkan tenaga listrik
  • Membantu proses penyerbukan bunga
  • Membantu mengirimkan benda basah
  • dan masih banyak lagi

Secara khusus, angin punya manfaat sesuai dengan jenisnya

  • Angin muson untuk mendatangkan musim kemarau dan hujan di Indonesia
  • Angin laut bisa membantu kepulangan nelayan dari melaut
  • Angin darat bisa membantu keberangkatan nelayan untuk melaut

Itulah ulasan  penjelasan lengkap tentang angin yang bisa admin sampaikan. Semoga bermanfaat ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *