Pengertian Tanah secara Umum dan Menurut para Ahli di Bidang Pertanian

Posted on

Berbicara soal tanah, sepertinya semua orang sudah pernah mendengar dan melihat wujudnya. Karena tanah ini memang sangat berarti untuk kelangsungan hidup manusia. Ada banyak aktivitas yang dilakukan dengan melibatkan tanah. Mulai dari memenuhi kebutuhan pangan (untuk menanam), serta sebagai landasan pertama yang digunakan untuk membangun gedung, rumah, dan lain-lain.

Tapi, tahukah kamu apa sebenarnya definisi dari tanah? Bagaimana para ahli mendeskripsikan tanah? Berikut adalah artikel yang akan membahas pengertiannya secara menyeluruh. So, check this out!

Pengertian Tanah Secara Umum

Definisi Tanah secara umum adalah bagian bumi (kerak) yang tersusun dari material mineral dan organik. Adapun bahan organik yang ada di tanah, asalnya dari tumbuhan serta dekomposisi makhluk hidup yang kembali lagi ke tanah. Selanjutnya akan mengalami proses fisika serta kimia untuk pembentukan tanah bersama mineral.

Kandungan material organik di dalam tanah selanjutnya akan melewati proses biologis untuk pembuatan unsur hara yang menjadi kandungan tanah. Sehingga hasilnya tanah bisa dipakai manusia guna bercocok tanam dan memenuhi kebutuhan  pangan untuk makhluk hidup.

Selain definisi secara umum di atas, tanah juga dideskripsikan lebih rinci oleh para ahli. Beberapa di antaranya akan coba dipaparkan di bawah ini.

Pengertian Tanah berdasarkan Pendapat Ahli

  • Bremmer (1958)

Seorang ahli bernama Bremmer menjelaskan jika tanah adalah salah satu bagian dari permukaan lapisan atau kulit bumi yang mengalami proses pelapukan secara fisika dan kimia, sekaligus hasil dari kegiatan berbagai macam hewan dan tumbuhan.

  • J.J. Berzelius (Swedia, 1803)

Menurut Berzlius dari Swedia, tanah diartikan sebagai laboratorium kimia. Sebuah tempat yang mewadahi proses reaksi kimia serta dekomposisi yang terjadi secara tersembunyi.

  • Justus Von Liebig (Jerman, 1840)

Seorang ilmuwan berasal dari Jerman (Justus) punya gagasan tentang tanah dan keseimbangan hara tumbuhan yang diberi nama theory balanchesheet of plan naturation. Ia beranggapan jika tanah adalah tabung reaksi yang bisa diketahi kadar, jumlah, serta jenis hara pada tanamannya.

  • Alfred Mistscherlich (1920)

Seorang ahli geografi bernama Alfred juga turut memberi gagasan tentang tanah, yaitu campuran dari bahan padat (partikel kecil dari udara dan air) dengan kandungan hara yang bisa membantu proses pertumbuhan tanaman.

  • Friedrich Fallou (1855)

Sementara itu, tahun 1855 Fallou menjelaskan bahwa sebenarnya tanah ini adalah hasil dari pelapukan waktu yang kemudian menggerogoti bebatuan keras sehingga memungkinkan terjadinya dekomposisi.

  • Dokuchaiev (Rusia, 1877)

Dalam bukunya, Dokchaiev menyebutukan bahwa definisi tanah seharusnya dikaitkan dengan iklim. Serta bisa digambarkan menjadi zona geografis luas, apabila terletak di skala  peta dunia maka tidak hanya memerlukan iklim, melainkan lingkungan tumbuhan.

  • A.S Thaer (1909)

Thaer memiliki buku dengan tema bumi yang menjelaskan teori permukaan planet itu sejatinya terdiri dari material lepas dan remah bernama tanah. Bahan yang berasal dari campuran dan akumulasi berbagai jenis unsur seperti Mg, Si, Al, Ca, Fe, dll.

  •  E. Saifudin  Sarief (1986)

Terakhir, tidak ketinggalan seorang ahli  pertanian dari Indonesia yaitu Saifudin mendeskripsikan jika tanah adalah benda alami di permukaan bumi. Susunannya terdiri dari bahan mineral yang merupakan hasil dari pelapukan bahan organik dan batuan.  Pelapukan bahan organik seperti sisa hewan dan tumbuhan adalah medium untuk pertumbuhan tanaman yang bisa terjadi karena gabungan jasad hidup, faktor alami, bahan induk, iklim, waktu pembentukan, serta bentuk wilayah.

Itulah ulasan penjelesan pengertian tanah secara umum dan menurut para ahli yang bisa disajikan tentang pengertian tanah berdasarkan pendapat ahli maupun secara umum. Semoga bermanfaat dan bisa dijadikan referensi bagi kamu yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *