Peta: Pengertian, Fungsi, Unsur, Simbol dan Jenis Peta Beserta Gambar

Posted on

Hai, jumpa lagi! Hari ini topik yang akan dibahas adalah peta, tentang definisinya, unsur-unsur di dalamnya, termasuk gambar dan simbol. Langsung aja, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.

Definisi Peta

Peta adalah gambaran dari permukaan bumi yang terletak di bidang datar menggunakan skala tertentu, peta ini digambarkan melalui sistem proyeksi. Atau bisa jadi sebagai gambaran dari permukaan bumi yang ukurannya dikecilkan dengan skala. Peta ini disajikan dengan banyak cara, misal digital dengan komputer atau konvensional dengan cetakan.

Istilah peta didapatkan dari bahasa Yunani (Mappa) artinya kain untuk penutup meja atau taplak. Peta bisa disebut dengan representasi dari 2 dimensi berdasarkan ruang 3 dimensi.

Fungsi Peta

Fungsi Peta adalah untuk memberikan gambaran sebuah wilayah atau daerah. Baik wilayah atau daerah sempit dan luas, dapat digambarkan di dalam peta. Perbedaan luas wilayah bisa disesuaikan dengan penggunaan skala. Kumpulan gambar peta yang dicetak dalam buku disebut dengan atlas. Kartografi adalah sebutan untuk ilmu yang fokus dengan mempelajari peta. Sementara, orang yang mahir atau ahli membuatnya disebut dengan kartograf.

Bagian-Bagian Peta

Peta terdiri dari beberapa bagian, unsur, atau komponen yang bisa disimak penjelasannya di bawah ini.

  • Judul Peta

Peta selalu disajikan lengkap bersama judul yang biasa diletakkan di bagian atas. Judul biasanya memuat informasi isi serta tipe peta. Contoh judul yang biasa dijumpai seperti Peta Pulau Jawa, Peta Indonesia, Peta Wilayah Administrasi, dan lain-lain.

  • Mata Angin

Mata angin adalah pedoman untuk penunjuk arah. Alat yang digunakan untuk menunjukkan arah dari mata angin disebut dengan kompas. Ada 8 arah mata angin, di antaranya barat laut, barat daya, barat, selatan, tenggara, timur laut, timur tenggara, timur, dan utara. Di peta, arah mata angin biasanya dituliskan dalam bentuk simbol huruf (U, S, B, T untuk bahasa Indonesia, N, S, E, W untuk bahasa Inggris).

  • Skala Peta

Perbandingan jarak yang ada di peta dengan (jarak) sesungguhnya disebut dengan skala peta. Sesuai bentuknya, skala peta diklasifikasikan menjadi 2 yaitu (1) skala grafis/garis dan (2) skala angka. Skala grafis/garis adalah skala peta yang punya bentuk garis sesuai ukuran dari perbandingan tertentu. Biasanya skala ini diletakkan di bagian atas legenda, juga bisa ditemukan di bagian kolom (dalam) legenda. Sementara itu, skala angka punya bentuk angka. Biasanya diletakkan di bagian dalam atau atas kolom legenda.

  • Legenda

Legenda adalah bagian peta , terdiri dari keterangan atau simbol tentang penampakan pokok di peta yang digunakan untuk menggambarkan tempat atau wilayah di permukaan bumi.

Jenis Peta

Peta bisa dikelompokkan jadi 2 yaitu umum dan khusus. Penjelasannya bisa disimak di bawah ini ya.

Peta Umum

Peta umum dibedakan lagi menjadi 3 jenis, di antaranya topografi, korografi, geografi atau dunia.

  • Peta topografi adalah peta yang menggambarkan bagian permukaan bumi dengan lengkap beserta reliefnya (tinggi dan rendah permukaan bumi). Penggambaran relief ini memakai garis kontur, yaitu sebuah garis di peta yang fungsinya menghubungkan tempat atau wilayah dengan ketinggian sama. Peta ini berfungsi sekali untuk pecinta alam karena aman digunakan ketika ingin membangun tenda atau mencari peristirahatan sebelum lanjut perjalanan.
  • Peta korografi adalah peta yang menggambarkan sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang punya sifat umum dengan skala sedang. Contoh dari peta ini adalah atlas.
  • Peta geografi atau dunia adalah peta yang punya skala amat kecil yang mencakup wilayah atau daerah luas. Menggunakan peta ini bisa membuatmu mengetahui di mana letak benua serta negara di dunia.

Peta Khusus

Peta khusus adalah peta yang biasa dikenal juga dengan sebutan tematik, menggambarkan sebuah tema atau informasi tertentu. Contohnya adalah peta geologi, politik, curah hujan, iklim, kepadatan penduduk, dll.

Lain halnya jika diklasifikasikan sesuai skala, jenis peta akan menjadi seperti daftar di bawah ini.

  • Peta besar, skalanya antara > 1:5.000 – > 1:250.000. Contoh penggunaannya untuk peta kabupaten atau kecamatan
  • Peta kecil, skalanya antara > 1:500.00 – > 1:1.000.000. Contoh penggunaannya peta negara
  • Peta sedang, skalanya antara > 1:250.000 – > 1:500.000. Contoh penggunaannya  peta provinsi
  • Peta kadaster, skalanya antara > 1:100 – > 1:5000. Contoh penggunaannya peta pertambangan dan pertahanan
  • Peta geografis, skalanya kecil sekali > 1: 1.000.000 atau ke bawah. Contoh penggunaannya peta dunia atau benua

Simbol Peta

Fungsi simbol peta adalah melambangkan sesuatu apda peta dengan tujuan agar orang lebih mudah untuk membaca serta memahami isi peta.

1. Simbol budaya

Simbol budaya adalah simbol yang mewakili penampakan budaya. Contoh: rel, jalan, kota, dll

2. Simbol alam

Simbol alam adalah simbol mewakili penampakan alam. Contoh: gunung, sungai, danau, dll

Simbol berdasarkan bentuknya, diklasifikasikan lagi menjadi jenis yang berbeda. Ada 3 jenisnya, yaitu.

1. Simbol garis

Simbol garis adalah simbol yang mewakili untuk data geografis yang punya kaitan dengan jarak. Contoh: rel, sungai, batas wilayah, atau jalan.

2. Simbol titik

Simbol titik adalah simbol yang digunakan untuk merepresentasikan tempat seperti gunung, kota, dan objek lainnya.

3. Simbol area

Simbol area adalah simbol yang digunakan untuk merepresentasikan luasan tertentu seperti rawa, gurun, danau, dan hutan.

Sementara simbol area sesuai dengan wujudnya, dibedakan lagi jadi 3 simbol di antaranya

  • Simbol abstrak, wujudnya berupa gambar yang punya kemiripan seperti aslinya
  • Simbol piktorial, wujudnya berupa gambar tapi tidak mirip seperti aslinya
  • Simbol angka/huruf, wujudunya berupa angka atau huruf

Sekian informasi tentang peta yang bisa admin sajikan, semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *