Sejarah Pramuka di Indonesia Singkat Padat dan Jelas

Posted on

Sejarah Berdirinya Pramuka di Indonesia Singkat

Kepanduan erat kaitannya dengan salah satu tokoh tangguh, yang telah mengutipkan sejarah berharga dalam perkembangan kepanduan dunia. Lord Baden Powell of Gilwell, beliau telah mendirikan pramuka di dunia. Itulah alasan ia dijuluki sebagai bapak pandu sedunia.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX tidak lepas dari sejarah berdirinya pramuka di indonesia dan dunia. Ia menjadi panitia dalam pembentukan gerakan Pramuka di Indonesia yang mencetuskan ide untuk mengambil kata “Poromuko”, yang berarti pasukan terdepan dalam perang. Meskipun ide tersebut tidak dipakai, setidaknya Sri Sultan Hamengkubuwono IX telah memberikan satu titik terang untuk penamaan kepanduan yang pada masa itu dilebur menjadi satu.

Menurut Joko Mursitho, pramuka merupakan suatu proses pendidikan yang dilakukan di luar lingkungan sekolah dan keluarga. Kegiatan ini dilakukan dengan proses yang menarik, sehat, menyenangkan, teratur, terarah, dan praktis. Kegiatan ini juga dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar dan metode kepramukaan yang bertujuan untuk membentuk watak setiap peserta didiknya.

Sejarah Pramuka Indonesia Pada Masa Penjajahan Belanda

Gerakan kepanduan pada awalnya di bawa oleh Belanda pada masa kolonial. Kepanduan ini didirikan oleh Belanda dengan nama Nederland Indische Padvinder Vereeniging (NIPV). Banyak yang menganggap organisasi ini setidaknya dapat membentuk karakter masyarakat yang saat itu masih dijajah. Ha ini menyebabkan didirikannya beberapa organisasi lain.

Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, kesadaran masyarakat Indonesia semakin meningkat. Sehingga menyebabkan beberapa organsasi kepanduan bergabung. Terbentuklah Pandu Pemuda Sumatera pada Tahun 1930.  Dan tahun-tahun berikutnya pun banyak terbentukan organisasi baru. Kesadaran masyarakat Indonesia setelah peristiwa Sumpah Pemuda ini menjadi salah satu hal yang menjadikan sejarah pramuka indonesia pada masa penjajahan belanda di indonesia sangat berharga.

Sejarah Pramuka Indonesia Pada Masa Penjajahan Jepang

Tentara Jepang melakukan penyerangan kepada Belanda pada masa perang dunia ke-2. Hal ini menyebabkan banyak tokoh kepanduan Indonesia yang ditarik masuk Keibondan, PETA dan Seinendan. Organisasi tersebut merupakan oragnisasi bentukan Jepang yang digunakan untuk mendukung tentara Jepang.

Jepang melarang berdirinya partai dan organisasi rakyat di Indonesia. Bahkan, Jepang menganggap gerakan kepanduan merupakan sebuah organisasi berbahaya yang diperkirakan dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat kepanduan para pemuda Indonesia.

Sejarah Pramuka Indonesia Setelah Kemerdekaan

Dalam sejarah Pramuka di Indonesia pada masa penjajahan kepanduan masih bertahan, pada zaman setelah kemerdekaan kepanduan semakin berkembang. Setelah Indonesia Merdeka, pada 28 Desember  1945 didirakanlah Organisasi Pandu Rakyat Indonesia di Kota Solo. Organisasi ini dijadikan sebagai wadah bagi kepanduan, dimana anggota kepanduan Indonesia bisa bernaung.

Gerakan kepanduan Pramuka lahir pada tahun 1961. Jika ingin menyimak latar belakang lahirnya gerakan kepanduan ini, harus dilakukan pengkajian keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Berbicara sejarah Pramuka di Indonesia, telah dipaparkan beberapa ungkapan bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia pada tahun 1960an sangatlah banyak. Jumlah tersebut tidak sepandan dengan jumlah anggota dari perkumpulannya.

Atas kondisi ini, keluarlah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, pada 3 Desember 1960. Ketetapan tersebut berisi rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Pasal 330 C pada ketetapan ini menyatakan dasar pendidikan bidang kepanduan adalah Pancasila. Kemudian pada pasal 741 mengetur penetiban tentang kepanduan, dan pasal 349 ayat 30 mengatur pendidikan kepanduan agar diintensifkan dan rencana pemerintah untuk mendirikan Pramuka disetujui.

3 Pasal tersebut yang menjadi awal dari sejarah Pramuka di Indonesia. Ketetapan ini memberikan suatu kewajiban pada Pemerintah agar dilaksanakan. Hal tersebut menyebabkan Presiden dan Mandataris MPRS, mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, pada 9 maret 1961 dan bertempat di Istana Negara. Presiden menyatakan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, baik dari metode maupun aktivitas pendidikannya.

Seluruh kepanduan yang ada di Indonesia pada masa itu dilebur menjadi satu, yang kemudian diberi nama Pramuka. Sejarah Pramuka di Indonesia tidak lepas dari jasa para tokoh yang ditunjuk sebagai panitia pembentukan Gerakan Pramuka di Indonesia. Presiden menunjuk Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof.Prijono, Menteri Pertanian Dr.A.Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi , Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia tersebut disahkan pada Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 pada tanggal 5 April, berisi tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka.

Kemudian pada 11 April 1961, Presiden menetapkan keputusan baru dalam Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961, tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Ditetapkan Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof.Prijonoo, Dr. A. Azis Saleh, achmadi dan Muljadi Djojo Martono sebagai panitia pengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka. Pidato presiden/ Mandataris MPRS dihadapan para tokoh dan pimpinan masing-masing kepanduan ini, menjadi awal dari sejarah Pramuka di Indonesia dapat terbentuk.

Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 juga sangat berperan penting dari terbentuknya gerakan Pramuka di Indonesia. Keputusan ini berisi tentang ketetapan gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan untuk menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Keputusan Presiden ini juga mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan sebagai pedoman, petunjuk serta pegangan bagi para pengelola Gerakan Kepanduan Pramuka dalam menjalankan tugasnya.

Sejarah pramuka indonesia lengkap dan singkat juga erat kaitannya dengan dilangsungkannya defile Pramuka pada 14 Agustus 1961. Peristiwa ini bertujuan untuk memperkenalkan secara resmi Gerakan Pramuka di Indonesia kepada khalayak. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan apel besar yang kemudian diikuti pewai pembangunan. Peristiwa inilah yang menyebabkan 14 Agustus ditetapkan sebagai Hari Pramuka di Indonesia.

Tujuan dari Gerakan Pramuka ini antara lain:

  • Membentuk kepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, taat hokum, disiplin, berjiwa patriotik, menjunjung nilai-nilai luhur bangsa, sehat jasmani dan rohani, serta berkecakapan hidup
  • Menjadi warga Negara yang berjiwa Pancasila, setia, dan patuh kepada NKRI

Sejarah Pramuka di Indonesia berhasil menjadikan Pancasila sebagai landasan utama bagi setiap anggotanya. Pramuka menjadi organisasi kepanduan yang akan mampu mencetak  generasi penerus bangsa, yang berjiwa patriot tinggi dan setia terhadap Negara. Pramuka juga ditujukan untuk meningkatkan keterampilan kaum muda, agar siap menjadi pemimpin masyarakat yang handal di masa depan.

Organisasi kepanduan Pramuka ini juga dijadikan sebagai pengabdian bagi orang dewasa yang ingin menghabiskan masa mudanya dengan berbagai macam hal yang positif. Pramuka memiliki peran penting dalam pemenuhan kebutuhan/ tujuan masyarakat dan organisasi Kepramukaan. Hal ini berarti setiap kegian Pramuka dalam bentuk latihan berkala merupakan suatu upaya untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai, baik masyarakat maupun organisasi.

Dengan mengetahui sejarah Pramuka di Indonesia, kita sebagai bagian dari Indonesia diharapkan dapat lebih menghargai organisasi kepanduan di manapun. Organisasi kepanduan tentu dapat membentuk karakter setiap orang dan akan memberikan pengalaman lebih bagi setiap anggotanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *