Setelah Siswa, Kini Sistem Zonasi Bakal Diikuti Rotasi Guru

Posted on

Belum kelar kehebohan sistem zonasi, sekaranfg kabar mengejutkan untuk kalangan guru. Kali ini guru juga akan terkena sistem zonasi, sama dengan siswa.  Meski begitu, tentu saja kebijakan pemerintah yang satu ini memiliki tujuan dan maksud tersendiri.

Peraturan tersebut dituangkan oleh pemerintah melalui departemen pendidikan dan kebudayaan. Bahkan di Jawa Timur, sisten Zonasi guru sudah mencapai 30 persen. Artinya, sistem ini juga akan menjadi heboh di kemudian hari.

Di Jawa Timur, tepatnya Ponorogo, sistem ini sudah berjalan lama. Sarjono, selaku kepala Pembinaan Tenaga kerja dinas pendidikan mengatakan, di Ponorogo sudah jalan hampir 30 persen aturan guru Zonasi tersebut.

“Di sini kamu baru menerapkan kurang dari 30 persen, ” Katanya ketika dimintai keterangan terkait berita itu di kantornya, Jalan Basuki Rahman, Kamis (18/7/2019)

Namun sistem ini tidak sembarangan, melainkan ada aturannya. Penyebaran tenaga kerja guru akan dimulai dari PNS yang memiliki sertifikat, kemudian PNS non-sertifikat dan guru honorer yang tidak ada sertifikat  dan yang sudah.

Di beberapa tempat, Kepala Dindik setempat masih memikirkan uji kompetensi bagi masing-masing guru. Makanya sosialisasi ini akan terus dilaksanakan, sampai akhirnya full 100 persen. Karena ini merupakan permendibud, yang harus dilakukan sampai ke bawah.

Beberapa guru memang menyukai adanya zonasi guru ini, dengan kata lain guru akan dimudahkan dan didekatkan pada fasilitas yang bisa dijangkau dari rumahnya. Sebab selama ini, ada guru yang harus menempuh perjalanan sampai 7 jam untuk pergi dan pulang mengajar. Sebagai contoh guru yang mengajar di Satap.

Meski sebagian menerima, sebagian guru juga ada yang menolak. Karena menurutnya, aktor kenyamanan dan kompetensi yang dipunyai guru tidak sama. Makanya, sangat sayang jika di sebuah sekolah, yang diajar guru A dengan kompetensi yang baik harus diganti dengan guru B yang masih awam dalam mengajar atau bahkan lebih buruk.

Namun, seperti Sarjono mengemukakan, kalau dengan adanya sistem Zonasi guru ini, harapannya akan terjadinya peningkatan SDM karena adanya guru yang berkualitas dan tersebar dengan baik.

Apapun itu, kita sebagai warga negara hendaknya mendukung upaya pemerintah untuk memajukan sistem pendidikan di negara kita, agar pendidikan dirasakan semua golongan dan merata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *